Lingkungan & Ketahanan PanganPengetahuan
Diversifikasi Pangan: Memperluas Pilihan di Atas Piring
Bergantung pada satu jenis pangan membuat kita rentan saat musim tidak bersahabat. Diversifikasi pangan kini juga menjadi arah kebijakan nasional.
Oleh Tim SorghuminTerbit
Bagi banyak keluarga, makan berarti makan nasi. Kebiasaan ini wajar, tetapi juga punya risiko: ketika satu komoditas terganggu oleh cuaca, hama, atau harga, seluruh piring ikut terdampak. Di sinilah diversifikasi pangan berperan.
Apa itu diversifikasi pangan?
Diversifikasi atau penganekaragaman pangan berarti memperluas sumber pangan yang kita tanam dan kita makan. Tujuannya bukan menghapus makanan tertentu, melainkan menambah pilihan, terutama dari pangan lokal yang memang tumbuh baik di daerah masing-masing.
Sudah menjadi arah kebijakan
Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal pada 15 Agustus 2024. Beberapa poin pentingnya:
- Sasarannya adalah pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).
- Kemajuannya diukur dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH), dengan target nasional 95,2 untuk tahun 2024.
- Ada rencana aksi nasional untuk periode 2024–2030 yang menjadi pedoman kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pangan.
Sejumlah daerah sudah menindaklanjutinya. Provinsi Nusa Tenggara Timur, misalnya, menerbitkan rencana aksi daerah untuk 2024–2026. Badan Pangan Nasional juga pernah mengusulkan agar menu program makan bergizi tidak hanya berupa nasi.
Kenapa penting di tengah perubahan iklim
Musim yang makin sulit ditebak, seperti saat El Niño menguat, membuat ketergantungan pada satu komoditas semakin berisiko. IFAD, lembaga PBB untuk pembangunan pertanian, menekankan bahwa kenaikan suhu justru membuat kebutuhan akan ragam tanaman pangan semakin besar.
Mulai dari dapur sendiri
Diversifikasi tidak harus rumit. Beberapa langkah kecil yang bisa dicoba:
- Ganti sebagian sumber karbohidrat sekali atau dua kali seminggu dengan pangan lokal seperti ubi, jagung, sagu, atau sorgum.
- Kenali pangan khas daerahmu dan cari tahu cara mengolahnya.
- Coba resep baru yang memadukan bahan lokal dengan menu favorit keluarga, misalnya dari halaman Resep kami.
Setiap pilihan kecil di dapur ikut memberi ruang bagi petani pangan lokal untuk terus menanam.
Sumber referensi
- JDIH BPK: Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024
- Pasal.id: Perpres No. 81 Tahun 2024 (teks peraturan)
- JDIH Provinsi NTT: rencana aksi daerah penganekaragaman pangan
- CNN Indonesia (26 Agustus 2024): Badan Pangan Usul Menu Makan Bergizi Gratis Tak Hanya Nasi
- IFAD: As temperatures rise, so too does our need for diverse crops
Bagikan


