This article is available in Bahasa Indonesia.
Environment & Food SecurityKnowledge
El Niño dan Musim Kering: Kenapa Ikut Menentukan Isi Piring Kita
El Niño bukan sekadar istilah cuaca. Fenomena di Samudra Pasifik ini bisa mengurangi hujan di Indonesia, dan dari situ ikut memengaruhi sawah, ladang, sampai harga pangan.
By Tim SorghuminPublished
Setiap beberapa tahun, kata El Niño kembali ramai dibicarakan. Pertengahan 2026 adalah salah satunya: menurut pemberitaan yang mengutip BMKG, El Niño menguat dan pada awal Agustus sudah masuk kategori kuat hingga sangat kuat. Apa sebenarnya El Niño, dan kenapa petani serta pengelola pangan ikut waspada?
Apa itu El Niño?
El Niño adalah keadaan ketika permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, di sekitar garis khatulistiwa, menjadi lebih hangat daripada biasanya. Perubahan suhu laut ini menggeser tempat awan hujan banyak terbentuk: awan lebih banyak tumbuh di Pasifik tengah, sementara wilayah Indonesia justru kebagian hujan yang lebih sedikit.
El Niño tidak sama dengan musim kemarau
Musim kemarau datang setiap tahun mengikuti pola musim. El Niño tidak. Fenomena ini muncul pada tahun-tahun tertentu saja, dan BMKG mengingatkan bahwa El Niño tidak terjadi di setiap musim kemarau. Masalahnya, ketika El Niño datang bersamaan dengan kemarau, musim kering bisa terasa lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
Kenapa berpengaruh pada pangan?
Hampir semua tanaman pangan bergantung pada air. Ketika hujan berkurang di daerah sentra produksi, ada beberapa rantai dampak yang perlu diwaspadai:
- Jadwal tanam bergeser. BMKG pernah memprakirakan musim tanam pertama mundur karena El Niño yang berpotensi kuat.
- Risiko gagal panen naik di lahan yang sangat bergantung pada hujan.
- Pasokan dan harga ikut tertekan bila produksi di beberapa daerah turun bersamaan.
Karena itu, setiap kali El Niño menguat, pemerintah biasanya menyiapkan langkah antisipasi seperti menjaga cadangan pangan dan menyesuaikan jadwal tanam.
Apa yang bisa kita pelajari?
El Niño mengingatkan bahwa pangan kita sangat terkait dengan iklim. Ada beberapa pelajaran sederhana:
- Pantau informasi resmi. Prakiraan musim dari BMKG membantu petani menentukan waktu tanam.
- Hemat air, terutama di daerah yang rawan kekeringan.
- Jangan bergantung pada satu jenis pangan. Ragam tanaman dan ragam menu membuat kita lebih siap menghadapi musim yang tidak menentu.
Salah satu tanaman yang sering dibicarakan dalam konteks ini adalah sorgum. Potensi dan batasannya kami bahas di artikel Sorgum di Lahan Kering, sedangkan pentingnya ragam pangan kami bahas di Diversifikasi Pangan.
References
- Jurnal Meteorologi dan Geofisika (BMKG): pembahasan El Niño dan curah hujan Indonesia
- RRI: Mengenal Fenomena El Nino
- Metro TV News: BMKG Ungkap Fakta-Fakta El Nino, Ternyata Tak Terjadi Setiap Musim Kemarau
- NU Online: BMKG: El Nino Berpotensi Kuat, Musim Tanam Pertama Diprediksi Mundur
- CNBC Indonesia (4 Agustus 2026): El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
- Republika (14 Agustus 2026): El Nino Menguat, Ketahanan Pangan Indonesia Diuji
Share
